Permalink to Cerita Hot Seks Dewasa | Gara-gara Iseng Pernah Mencobanya #2

Cerita Hot Seks Dewasa | Gara-gara Iseng Pernah Mencobanya #2

8127 views

Cerita Hot Seks Dewasa | Gara-gara Iseng Pernah Mencobanya #2Cerita Bergambar| Cerita Hot Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot Hot | Cerita Mesum Hot | Cerita ABG Hot | Cerita Hot Nakal | Cerita Seks Dewasa

Aku menjerit keras ketika Badrull memaksa penisnya agar masuk sedalam mungkin. Kurasakan kemaluannya menyentuh dinding rahimku. Posisiku kini berubah, bukan tiduran lagi namun agak jongkok, karena Pudin telah berbaring di depanku meminta jatah kocokan mulutku yang mungil ini.

Seperti dugaanku, batang kemaluan Pudin tidaklah sepanjang punya Badrull, tapi tidak juga pendek, namun lingkar diameternya lebih besar dari Badrull, sehingga tetap saja aku kewalahan menghisapnya berhubung bibirku kecil.Aku berjongkok di antara kedua tungkainya dan bertumpu pada kedua sikuku, sementara Badrull dengan ganasnya menusukkan penisnya ke dalam vaginaku sambil memaki-maki dan melenguh kenikmatan.

Agar tidak terlalu keras menjerit menahan serangan Badrull, aku mencoba berkosentrasi pada batang penis Pudin dan mulai bekerja menjilat, menghisap, menggigit dan mengocoknya dengan bersemangat seirama dengan sodokan yang kuterima dari arah kemaluanku.“Uhh.. mmph.. kontolmu besar juga Yang, enak..” pujiku.

Pudin tidak menjawab karena sedang menikmati sensasi pijatan mulutku. Kuputar-putar ke kiri dan ke kanan di dalam mulutku sambil kuhisap dalam-dalam, kutahan lalu kulepaskan setelah sekian detik membuatnya meringis nikmat.Tidak ada kata lain memang yang dapat mewakili perasaan yang kami alami selain nikmat yang tiada tara. Aku sangat menikmati peranku melayani kebutuhan seksual dan menjadi objek pemuas nafsu mereka.“Badrull, aku mau keluar. Oouu.. Ooohh yeah..Aahh..” jeritku ketika mencapai orgasme.

Badrull tetap liar menyodok liangku, sesekali tangannya bergerak ke bawah mencari klitorisku dan mencubitnya sampai aku menjerit antara sakit dan nikmat. Selanjutnya berbagai posisi mereka atur tubuhku, sementara aku hanya dapat menurut disuruh apa saja, sebab seluruh tubuhku pasrah menerima perlakuan mereka.

Badanku gemetar hebat melepas orgasme berkali-kali, tapi mereka tetap saja belum orgasme. Bergantian mereka menggarap vaginaku, sementara aku terus berusaha mengimbangi mereka. Bagaimanapun aku tidak mau kalah menunjukkan kebinalanku di tempat tidur, dan kurasa mereka sangat terkesan melihatku sangat hebat bergerak liar dan menjerit-jerit.

Kami semakin hanyut dalam gelorah nafsu birahi, hingga akhirnya aku mau keluar. Pudin semakin keras menyodokku, lalu tiba-tiba ditariknya penisnya dan dibawa ke mulutku. Aku segera menyingkirkan batang kejantanan Badrull dari mulutku dan menyambut penis Pudin dengan terburu-buru.“Oh cepat sini Sayang..Biar kuemut sampai keluar, Ooohh..

Kuhisap cepat dan kukocok batang kemaluannya di dalam mulutku, semantara penis Badrull sudah nangkring di sarangnya mengaduk-aduk vaginaku. Dalam beberapa menit, muncratlah sperma Pudin memenuhi rongga mulutku dan kutelan setelah kumainkan sejenak.

Semprotan kedua muncrat mengenai seluruh wajahku dan semprotan ketiga sebagian berhasil kutangkap dalam mulutku, namun sebagian sukses membasahi wajahku pula.“Hmm.. banyak sekali spermamu Yang, enak..” kataku sambil menjilati penisnya, membersihkan sisa-sisa sperma yang masih tertinggal.“Udah dong Hany. Geli nih..

Nggak usah rakus gitu, nanti juga bisa kok kamu dapatin. Tenang aja.. asal memekmu masih bisa kuubek-ubek, spermaku juga masih bisa kamu nikmati.” ujarnya kegelian.Akhirnya kurelakan batangnya pergi dari mulutku.

Karena wajahku penuh sperma, maka kubersihkan dengan jari-jariku dan kujilati setiap jari untuk mendapatkan sperma yang tercecer itu. Sejak pertama kali pacarku menyuruh menelan spermanya, aku langsung tergila-gila dan jatuh cinta menelan setiap sperma dari laki-laki yang meniduriku.

Aku asyik mengemut jari-jariku sendiri sambil menjerit menikmati sodokan-sodokan Badrull yang semakin cepat. Pasti sebentar lagi dia off. Benar saja kataku, tidak lama kemudian kurasakan otot-ototnya makin tegang pertanda maninya udah di ujung penis. Cepat-cepat kutarik vaginaku.“Tahan Yang bentar..” aku langsung bergegas bangun dan turun dari tempat tidur, lalu berlutut di depan batang penisnya dan menyambarnya masuk ke mulutku.Badrull meringis ketika kemaluannya kuhisap dan kukocok kuat berkali-kali.“Oh yeah.. terus..Hampir, ayo Hany..Ohh.. Aahh..” seruannya membaHany keluar mengiringi muncratnya cairan putih susu yang kental dan hangat dalam rongga mulutku.Enaknya, aku terus menghisap dengan rakus tidak ingin ada setetes sperma pun luput dari mulutku.

Badrull berkali-kali memuncratkan lahar putihnya itu hingga akhirnya dia terduduk lemas di tempat tidur, tapi aku tetap tidak berhenti. Kuhisap batang kemaluannya dan kubersihkan dengan lidahku sampai benar-benar bersih. Pudin menonton adegan itu dari sudut kamar di atas sebuah kursi sambil memegang batang kemaluannya menatap pinggulku yang terangkat naik memperlihatkan vaginaku yang membengkak dan berair.

Sedang asyiknya aku menjilati batang kemaluan Badrull dan bergerak ke atas ke arah pusarnya, tiba-tiba Pudin bangkit dan meremas pinggulku. Kedua tangannya membuka belahan pantatku dan berlutut di belakangku, tepat di antara kedua pahaku dan mulai menjilati vaginaku ramai sekali hingga berbunyi kecipak-kecipuk. Hisapannya pada klitorisku kembali menaikkan birahiku, dan aku semakin bersemangat menjilati seluruh badan Badrull yang terbaring kelelahan.“Han.. sodomi ya..?” pinta Pudin setelah sekian lama mengerjai daerah vaginaku dan sekitarnya.

“Terserah tapi pelan-pelan ya, aku belum pernah soalnya.” kataku di antara kesibukan mengecup dan membelai dengan lidah bagian dada Badrull yang ditumbuhi bulu-bulu subur naik ke lehernya dan mendarat di bibirnya.“Tenang aja, nggak kalah nikmat kok, sekali mencoba pasti ketagihan.” ujar Badrull pelan menggenggam rambutku dan melumat bibirku dengan ganas sampai seisi mulutku pun tidak luput dari perhatian liarnya.

Dengan posisi doggy style di atas, tubuh Badrull asyik bertukar-tukar ludah, Pudin meludah tepat di lubang duburku dan menusuk-nusukkan ibu jarinya untuk melicinkan jalan penisnya nanti. Dan, bless.., aku menancapkan kuku-kukuku di bahu Badrull menahan rasa sakit ketika Pudin menusukkan batang kejantanannya ke dalam anusku.

Aku ingin berteriak tapi Badrull telah membungkam mulutku dengan lidahnya yang liat. Pudin terus memompa anusku dengan penisnya yang berdiameter super itu makin lama makin cepat dan mencengkram pinggulku erat-erat, mengayunkannya berlawanan dengan arah sodokannya hingga menimbulkan tumbukan yang luar biasa enak.

Badrull rupanya mulai pulih kekuatannya, dia menggeser badannya hingga batang kemaluannya itu tepat berada di depan mulutku. Tanpa basa basi, kusambut batang kemerahan yang telah memberikan aku nikmat tiada terkira itu dengan servis istimewa. Kutusukkan ujung lidahku tepat di lubang saluran penisnya berkali-kali dan kuhisap kuat-kuat hanya pada ujungnya saja.“Auwww..yes pintar kamu girlTanganmu sini genggam buah zakarku biar lebih enak.”

Kuturuti permintaanya dan kelima jari-jari lentikku mulai membelai, meremas buah zakarnya dan kulanjutkan dengan mengocok batang kemaluannya mengimbangi hisapanku dan sodokan Pudin. Badrull langsung merem melek menikmati pelayananku.“Kenapa? Enak ya Yang..? Uuhh.. ouw.. enaknya. Liat nih..” kutepuk-tepukkan penisnya di daerah mulutku sambil kuberikan dia senyum dan tatapan menggoda alias mesum.

Kuangkat kedua tungkainya dan kususupkan kepalaku ke bagian pantatnya hingga dadaku rebah menyatu dengan kasur meski pahaku masih dalam posisi doggy style. Kujilati daerah anusnya hingga Badrull merintih kegelian. Semakin dia meringis semakin terbakar nafsuku untuk memberinya kepuasan dari seluruh tubuhku.

Jilatanku berganti dengan hisapan dan tusukan ibu jariku ke dalam liang anusnya. Kubuang rasa jijikku, yang ada hanyalah hasrat ingin melayani dan memberikan kepuasan kepada kedua jagoanku itu. Lama-lama aku merasa menjadi pelacur ahli tempat pemuas nafsu seksualitas mereka, namun anehnya aku malah semakin merasa horny dengan perasaan demikian.

Dengan rasa itu, ditambah pula desakan dalam duburku, akhirnya aku tidak tahan lagi dan menjerit keras melepas orgasmeku yang entah untuk keberapa kalinya terjadi, dan tubuhku bergetar hebat sementara kemaluanku menyemburkan cairan kental yang hangat. Pudin segera menusukkan jari telunjuk dan jari tengahnya ke dalam vaginaku sambil terus bergoyang maju mundur.“Oh.. jepitanmu kuat sekali Han. Jariku sampai berdenyut-denyut di dalam. Bagaimana rasanya..? Asyikkan..?”“Asyik sekali Yang. Oohh.. akh.. hmpm.. aku nggak kuat lagi.” timpalku dengan memelas.

Badrull langsung mengambil inisiatif, diangkatnya tubuhku ke atas tubuhnya lagi seperti pada posisi awal dan langsung memberikan rangsangan maut pada kedua buah dadaku yang memerah dan membengkak akibat hisapan-hisapan mereka. Aku hanya mampu rubuh di atas dadanya dan membiarkan tangannya sibuk menjelajahi buah dadaku, bibirnya pun tidak mau kalah menjilati belakang telingaku dan leherku.

Dengan sekali jambakan kuat pada rambutku, dia memaksaku bertumpu pada kedua tanganku dan mengulum bibirku. Aku hanya pasrah menerima semuanya, bagaimanapun toh aku menyukai kekasarannya, juga pada saat dia mengangkat pinggulku dan langsung menancapkan penisnya dalam vaginaku.

Oh Tuhan, sungguh sensasi yang luar biasa dimana ketiga lubang sex-ku terisi semua. Satu di lubang vaginaku, satu penis lainnya di lubang anusku berlomba memacu maju mundur berirama liar, sementara di mulutku lidah Badrull pun bergerak liar maju mundur menghisap lidahku. Jika saja kiamat akan datang saat itu, aku takkan menyesal karena aku berada pada puncak kenikmatan paling dasyat yang membuatku melayang ke surga.

Tempat tidur spring bed Badrull berderak-derak seirama dengan gerakan kami. Mungkin orang di luar kamar ini pasti mendengarnya, namun aku tidak perduli lagi, bahkan aku ingin menjerit memamerkan keadaanku yang sedang disenggamai kedua lelaki jantan ini. Napasku memburu dan kutekankan buah dadaku di dada Badrull sambil terus mengulum lidahnya.“Ayo Sayang, oh.. goyang teruss..Oh.. ya.. akh.. shh..” desahku di antara lidah Badrull.

Peluh kami banjir memenuhi tubuhku dan seprei coklat sampai akhirnya tiba-tiba Pudin berteriak keras dan kurasakan cairan hangat itu tumpah dalam anusku. Aku merapatkan lubang anusku menjepit penis Pudin dan menahannya tetap di dalam anusku hingga sensasi itu hilang. Pudin menampar pinggulku keras sekali sambil memaki tidak jelas, lalu mencabut batang kemaluannya dan rebah di samping kami.Aku segera menegakkan badan dan gantian kini aku yang memompa Badrull. Kuturun-naikkan pinggulku semakin cepat hingga tusukan penis Badrull terasa sangat nikmat.

Bersambung ke > Cerita Hot Seks Dewasa | Gara-gara Iseng Pernah Mencobanya #3

Buka juga Cerita Sex Bergambar Lainnya !!

Tags: #Cerita dan Foto Hot #Cerita Hot Bergambar #cerita sek terbaru Mahasiswi #cerita seks panas Mahasiswi #cerita sex foto mahasiswi #cerita sex hot baru #cerita sex hot Mahasiswi #Cerita sex mahasiswi #cerita sex mesum mahasiswi