Cerita Seks Selingkuh | Aku Oase Para Wanita Bersuami Seperti Wiwik

10422 views

Cerita Seks Selingkuh | Aku Oase Para Wanita Bersuami Seperti Wiwik – Kisahku berikut ini adalah ttg sebuah sisi kehidupanku yang menjadi tempat perhentian sementara bagi wanita-wanita bersuami yang dahaganya tdk terpuaskan dan gairahnya tdk tersalurkan. Wanita-wanita tersebut hanya sekedar singgah untuk melepaskan dahaganya. Tdk lebih tdk kurang. Tdk ada rasa asmara atau melibatkan uang. ***

Jam sepuluh malam seperti kebiasanku yang suka JJM, sebuah versi lain dari JJS, aku masih keluyuran di sekitar Taman Topi Bogor. Aku jalan ke Pasar Kebon Kembang cari makanan lewat depan Stasiun Bogor. Stasiun telah sepi. Kereta terakhir masuk pukul 21. 35 tadi. Kulihat seorang wanita mondar-mandir di depan stasiun dan melongokkan kepalanya ke dlm. Kelihatannya dia mencari atau menunggu seseorang. Kuhampiri dia dan kutanya. “Cari siapa, Teh?” Teteh adalah panggilan kakak perempuan dlm bahasa Sunda. “Anu, .. Eh.. Saya cari Ibu Eti yang jualan di dlm kompleks stasiun,” jawabnya. “Oh. Stasiun sdh tutup. Kereta tadi sdh masuk jam setengah sepuluh” kataku. “Aduh! Gimana ya? Tadi janjian dia nunggu sampai saya datang,” katanya lagi. “Teteh mau kemana sih?” “Mau pulang ke Cianjur. Tapi kalau kemalaman nginap dulu di tempat Eti. Skrg ia nggak ada. Gimana ya?” katanya gelisah. Pikiran nakalku mulai muncul. “Teh, jam segini mobil ke Cianjur sdh nggak ada. Paling besok pagi-pagi baru ada. Begini saja, teteh nginep aja di penginepan, baru besok pagi berangkat ke Cianjur”. “Saya nggak bawa uang ckp untuk nginep di hotel”. “Kalau teteh mau, kita nginep aja sama-sama. Nanti saya yang bayar. Saya juga lagi males pulang. Teteh tdk akan saya apa-apakan kok”, kataku meyakinkannya. “Dimana?” tanyanya. “Sdhlah. Teteh percaya aja sama saya,” kataku lagi. Mangsa sdh di depan mata, sayang kalau dilepas. “Eee, tapi benar ya aku nggak akan diapa-apakan,” akhirnya dia menyerah.
Cerita Seks Selingkuh | Aku Oase Para Wanita Bersuami Seperti Wiwik

Kuajak dia untuk makan mie dulu. Sekedar menambah energi kalau nanti diperlukan. Setelah makan, kami berangkat ke sebuah Wisma T di sekitar pasar Kebon Kembang. Wanita tadi mengenakan celana panjang kain dgn blus warna terang lengan panjang dan membawa tas pakaian kecil. Singkat kata kami sdh berada di dlm kamar dan berbaring berdampingan. Selangkah lagi maka aku akan menikmati tubuh di sampingku ini. Ia masih kelihatan gelisah. Kuhibur dia,”Sdhlah Teteh tenang saja. Besok pagi saya antar ke Baranangsiang cari mobil ke Cianjur”. Dia agak terhibur dgn kata-kataku. “Ngomong-ngomong Teteh ini tadi darimana sih?” tanyaku menyelidik. “Dari Rangkas, tadinya mau langsung ke Cianjur tapi saya kemalaman”. Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya saya tahu ttg dirinya. Namanya Wiwik, suaminya seorang PNS berasal dari Tim-tim. Sdh beberapa lama sedang tugas belajar ke luar kota. Aku semakin berani dan kugeserkan badanku merapat ke badannya. Aku berpikir, kalau dia sdh mau diajak menginap dgn seorang yang baru dikenal, apapun alasannya pastilah dia mau untuk ditiduri. Setelah yakin bahwa keadaan sdh terkendali kupeluk dia dan dgn cepat kucium bibirnya. Ternyata iapun membalasku. “Ouhh, kamu ternyata.. Ayo aku mau kita saling memuaskan malam ini. Selama suamiku tugas belajar aku sangat merindukan sentuhan laki-laki. Sebenarnya sejak dari stasiun tadi waktu kamu mengajakku nginap, aku mau..” Kuremas dadanya dan mulai kubuka kancing blusnya. Dipegangnya tgnku,”Kecil To. Kamu nanti kecewa,” katanya. “Ah, nggak,” kataku sambil terus membuka kancing bajunya. “Biar aku saja yang buka!” katanya sambil memegang tgnku.

Akhirnya ia membuka pakaiannya dan akupun membuka pakaianku sendiri. Kini tinggal pakaian dlm saja yang melekat di tubuh kami. Kupandangi sejenak wanita di sampingku ini. Kulitnya ckp putih, tingginya dan perawakannya sedang dgn dada yang tdk terlalu besar, 34, tapi masih terlihat kencang. Dlm keremangan kamar kulihat Wiwik menggerak-gerakkan bibirnya untuk membersihkan lipstik. Aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Sedikit bau keringat di tubuhnya membuatku semakin penasaran. Ditubruknya tubuhku dan ia sdh naik di atas tubuhku. Kemudian tanpa ragu lagi kulumat bibir Wiwik dan ia mulai terbawa permainan bibirku dan segera membalas lumatanku dgn penuh gairah. Kemudian tgnku mulai bermain di dadanya, menyusup di balik bra-nya. Buah dadanya masih kencang dan bulat, setelah itu langsung kuremas dan kupilin putingnya. Nafas kami mulai berkejaran. “Eehh, .. Ouhh. ” Lehernya kukecup dan kujilat.

Tgnku segera bergerak ke punggungnya dan membuka kancing bra-nya. Dgn usapan lembut di bahunya tgnku dgn pelan melepas tali branya. Buah dadanya yang bulat segera mencuat keluar. Putingnya kecil berwarna coklat muda namun keras. Kudorong lidahku masuk ke dlm rongga mulutnya. Kujelajahi seluruh bagian di mulutnya dan kemudian lidahku menari di langit-langit mulutnya. Wiwik kemudian menggelitik lidahku dan menyedotnya kuat-kuat sampai pangkal lidahku agak sakit. Kemudian gantian ia yang mendorong lidahnya ke dlm rongga mulutku. Bibirnya tipis dan lemas. Ia sangat mahir dlm berciuman. Lidah kami saling bergantian memilin dan menjelajahi mulut. Tgn kananku memijat dan memilin putingnya kemudian meremas gundukan daging payudaranya.

Kuangkat bahunya agar badannya agak ke atas. Segera kuterkam payudaranya dgn mulutku. Putingnya kuisap pelan dan kugigit kecil. Ia melenguh dan mengerang. Kepalanya terangkat-angkat dan tgnnya meremas-remas bantal di bawah kepalaku. Ouhh.. Aaacchh, Ayo Anto lagi.. Teruskan lagi.. Teruskan”. Kejantananku yang masih di dlm celana dlm mulai menggeliat. Puting dan payudaranya semakin keras. Kukulum semua gundukan daging payudara kirinya sehingga masuk ke dlm mulutku kemudian putingnya kumainkan dgn lidahku, kemudian mulutku beralih ke payudara kanannya. Napasnya terengah-engah menahan kenikmatan yang kuberikan.

Kulepaskan hisapanku pada dadanya. Tgnnya mengusap dada, menyusuri perut dan pinggang, kemudian menyusup di balik celana dlmku, kemudian mengelus dan mengocok kejantananku. Mulutnya kemudian ikut bermain di dadaku, menjilati dan mengecup putingku. Kepalanya semakin ke bawah dan menjilati perut dan pahaku. Ditariknya celana dlmku ke bawah. Kini aku sdh dlm keadaan telanjang. Wiwik kembali menggerakkan kepalanya ke atas, bibirnya mengecup, menjilati leher dan menggigit kecil daun telingaku. Ia mendesis tepat di lubang telingaku sehingga badankupun jadi merinding. Napasnya dihembuskan dgn kuat. Dia mulai menjilati lubang telingaku. Aku merasakan geli dan sekaligus rangsangan yang kuat. Kugigit bibir bawahku untuk menahan rangsangan ini. Kupeluk dan kuusap pinggangnya kuat-kuat.

Tgnku menarik celana dlmnya dan dgn bantuan pahanya yang bergerak naik maka dgn mudah kulepaskan celana dlmnya. Telunjuk tgn kiriku bermain di selangkangannya. Rambut kemaluannya jarang dan pendek. Kubuka bibir vaginanya dgn jari tengah dan ibu jari. Telunjukku hanya bergerak masuk sedikit dan setelah menemukan tonjolan daging kecil, maka kubuat gerakan menggaruk di atas permukaannya. Setiap aku menggaruknya Wiwik mengerang. “Oouuhh.. Aaauhh.. Ngngnggnghhk”

Kulepaskan tgnku dari selangkangannya. Mulutnya kembali ke bawah, menjilati bulu dada, puting dan perutku. Kini tgnnya yang bermain-main di kejantananku. Bibirnya terus menyusuri perut dan pinggangku. Tgn kirinya memegang dan mengusap kejantananku yang telah berdiri tegak. Kugulingkan badannya sehingga aku berada di atasnya. Kembali kami berciuman, Wiwik sangat pintar bermain dgn bibirnya sehingga ciuman kami terasa nikmat sekali. Kupilin puting payudaranya dgn jariku sehingga dia mendesis dan mengeluarkan suara yang tdk jelas. “SShh.. Ssshh.. Ngghh.. Arrghhk..”. Perlahan lahan kuturunkan pantatku. Kepala penisku dijepit dgn jarinya, dan digesek-gesekkan di mulut vaginanya. Terasa lembab, hangat dan berair. Dia mengarahkan kejantananku agar masuk ke dlm vaginanya. Wiwik merenggangkan kedua pahanya dan sedikit mengangkat pantatnya. Kepala penisku sdh mulai menyusup di bibir vaginanya. Kugesek-gesekkan di bibir dlmnya sampai penisku terasa keras sekali. Keadaan lubang vaginanya semakin basah. Wiwik memintaku untuk segera memasukkan penisku semuanya. “Ayolah Anto, masukin.. Ayo..” Aku mencoba untuk menusuk lagi dgn mengencangkan otot perutku langsung sekali tusuk Clleepp.. Blleessh. “Ouhh.. Anto nikmatnya.. Ouhh!” erangnya setengah berteriak.

Aku bergerak naik turun. Wiwik mengimbangi dgn gerakan pinggulnya. Tgnnya meremas sisi atas bed sehingga semakin lama tubuh kami bergeser semakin ke arah sisi ranjang bagian atas. Ketika lendirnya sdh membasahi vaginanya sampai agak becek, maka kupercepat gerakanku. Kucabut penisku sampai keluar dan dgn cepat kumasukkan kembali sampai menyentuh dasar rahimnya. Kugulingkan badannya dan kini ia diatasku. Ia menciumku dgn liar kemudian dikecupnya leherku dan bibirnya terus kebawah menggigit puting dan menarik bulu dadaku. Wiwik kemudian berjongkok dan pantatnya bergerak naik turun, memutar dan maju mundur seperti joki yang sedang memacu kudanya. Payudaranya bergoyang-goyang dan segera kuremas-remas. Aku bergerak menaikkan tubuhku sehingga kini posisiku duduk memangkunya. Payudaranya bebas kupermainkan dgn tgn dan mulutku. Tgnnya memegang pahaku, dadanya semakin tegak dan kepalanya mendongak. Tdk ada bagian tubuh atasnya yang kulewati. Gerakan maju mundur pantatnya dipercepat sampai tubuhnya seakan meliuk-liuk erotis.

Aku menggeserkan tubuhku sampai aku duduk di bibir ranjang dan kakiku menjuntai ke lantai. Ia masih bergerak-gerak memompa kenikmatan di atasku. Kupegang buah pantatnya dan ia memeluk leherku. Kuangkat badannya dan kugendong tubuhnya. Kupepetkan pada dinding dan kini pantatku yang bergerak maju mundur. Ia mengimbangi dgn menghentakkna pantatnya naik turun. Ternyata bersetubuh dgn posisi ini tdklah semudah seperti yang kulihat dlm film. Kuturunkan tubuhnya sehingga peniskupun terlepas. Kuminta ia nungging di atas ranjang. Pantatnya berada di atas bibir ranjang, sehingga dlm posisi berdiri di lantai aku memasukkan penisku dari belakang. Pahanya sedikit dilebarkan dan tak lama penisku masuk dan pantatku menggenjotnya pelan. Kutarik dan kumasukkan lagi penisku dgn pelan. Ia menggerakkan pantatnya berlawanan dgn gerakanku sehingga ketika pantatku bergerak maju ia menggerakkan pantatnya ke belakang sehingga tekanan pada kemaluan kami sangat terasa. Kuraih buah dadanya dan kuremas. Kucium dan kukecup punggungnya. Ia merintih-rintih keenakan,”Ouhh.. Teruskan. Kau benar-benar pandai bermain cinta.. Oooakhh”. Bunyi paha beradu dan juga bunyi seperti tanah lumpur yang diinjak kaki memenuhi seluruh ruangan kamar. Plok.. Plok plok plok.. Clop.. Cropp.. Cropp.. “Anto.. Ayo lebih cepat lagi.. Ayoo”. Kutarik rambutnya kasar dgn tgn kiriku sementara tgn kananku memeluk pinggangnya. Ia semakin berteriak merintih-rintih. Kucabut penisku dan kutelentangkan tubuhnya. Kini hampir tiba saatnya bagiku untuk menuntaskan dan memuaskan gairahku. Kumasukkan kembali penisku dgn perlahan dan dgn ketegangan yang penuh. Wiwik memelukku erat. Kakinya membelit pahaku, matanya terbeliak dan kuku tgnnya mencengkeram erat punggungku.

Kuubah lagi gerakanku, ujung penisku saja yang masuk beberapa kali. Dan kemudian kutusukkan sekali dgn cepat sampai seluruh batangnya masuk ke vaginanya. Matanya semakin sayu dan gerakannya semakin ganas. Aku menghentikan gerakanku dgn tiba-tiba. Payudaranya kuremas dan sebelah lagi kuhisap kuat-kuat. Tubuh Wiwik menggelepar. “Ayo.. Anto. Jangan berhenti, teruskan Anto.. Teruskan lagi.. Ouh,” pintanya. Aku tetap menghentikan gerakanku dan merebahkan tubuhku di atasnya. Kini pantatku naik turun sedikit saja, namun penisku kukeraskan dgn cara seolah-olah menahan kencing. Ia semakin terbeliak dan bola matanya memutih setiap penisku berkontraksi. Beberapa saat pantatku hanya bergerak naik turun sedikit tanpa tanpa menggerakkan anggota tubuh lainnya, sambil berciuman dan saling memagut bagian tubuh yang terjangkau. “Anto, .. Sedap.. Nikmat.. Ooouuhh” desisnya sambil menciumi leherku. Aku mengerti wanita ini hampir mencapai puncak yang dinginkannya. Kugerakkan lagi pantatku dgn gerakan yang cepat dan dlm.

Bunyi seperti kaki yang berjalan di tanah lumpur makin keras bercampur dgn bunyi desah napas yang memburu. Crrok crok crok.. “Ayolah Anto, aku mau..”. Gerakan pantatku semakin cepat dan akhirnya “Ayo.. Anto skrg.. Sayang.. Skrg..!!” Otot tubuhnya mengencang, vaginanya berdenyut kuat, napasnya tertahan dan tgnnya mencakar punggungku. Kukencangkan otot perut dan kutahan dan kukocok vaginanya sampai terasa seperti ada aliran deras yang akan keluar. Aku berhenti sejenak dlm posisi penisku menggantung terlepas dari vaginanya, kemudian kuhunjamkan cepat dan penuh tenaga. Crot Crott.. Crott, beberapa kali aku menyemprotkan spermaku. Kami saling berteriak tertahan untuk menyalurkan puncak kenikmatan. “Yess.. Aduhh.. Oochh.. Auuhhkk” Pantatnya naik dan tubuhnya gemetar, pelukan tgn dan jepitan kakinya semakin erat. Denyutan di dlm vaginanya terasa kuat sekali meremas kejantananku yang juga membalas dgn berdenyut-denyut.

Setelah keadaan menjadi tenang, sambil tetap berpelukan kutanya dia, “Wik, bukannya orang Timtim juga sangat kuat dlm bercinta?” “Ya memang nafsunya gede, kadang dlm semalam aku harus melayaninya sampai tiga kali, namun variasi dan tekniknya masih sangat jauh dibandingkan kamu!” Setelah mandi pagi, maka gairahku muncul kembali dan bersama-sama kami menggapai titik tertinggi. Setelah itu barulah kuantar dia ke Baranangsiang sampai naik mobil. Kami berjanji minggu depan untuk bertemu di Terminal Baranangsiang dan bercinta di rumahnya yang lain di dekat Situ Gunung, Cisaat. Dlm dua kali pertemuan itulah, aku sempat memuaskan kehausannya.
E N D

Tags: #Berhayal Sex #cerita abg #Cerita bugil #Cerita Dewasa #cerita pejaja sex #cerita remaja #cerita seks #Gairah Seks #gila sex #Hasrat Sex #Maniak Sex #Selingkuh Seks

Download Full Image